ILMU BUDAYA DASAR
Nama : Derson Henriko
H.S
NPM : 11512876
NPM : 11512876
Kelas :
1PA02
Fakultas : Psikologi
Fakultas : Psikologi
Jurusan :
Psikologi
Konsepsi
IBD
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti
istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”.
Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang
astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities
diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan
lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa
menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa
dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai
homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusa menjadi humanus, mereka harus
mempelajari ilmu yaitu humanities, disamping tidak meninggalkan
tanggungjawabnya yang lain itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya
dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui
pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr. Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu
dan pengetahuan dikelompokkan dalam besar yaitu :
1.Ilmu-ilmu Alamiah (
natural scince ).
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal
ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku
mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan
suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini
lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah.
2.Ilmu-ilmu
sosial ( social scince ) .
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk
mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu
alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran.
Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tiddak dapat
berubah dari saat ke saat. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan
untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.
Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, dan kemudian diberi arti. Pengetahuan
budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian
(disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam
berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll.
Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan
dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep
yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan
perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai
bidang pengetahuan budaya ubtuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan
mahasiswa dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya
dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa
Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris
disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah
nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu
budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar
dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji
masalah-masalah manusia dan budaya. Tujuan ilmu Budaya dasar Penyajian mata
kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan
demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah
satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities)
akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan
kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan
kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan
alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. untuk bias menjangkau
tujuan tersebut, IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa
terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri
dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai
calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing
tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.menguasahakan wahana komunikasi para
akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki
satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam
berkomunikasi.
Ruang lingkup ilmu Budaya Dasar bertitik tolak
dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bias dipakai
sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah
IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya
merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan
menggunakan pengetahuan budaya (the humanities),baik dari segi masing-masing
keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang
) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekeat manusaia yang satu atau universal,
akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing
jaman dan tempat. Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah
IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam
pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan
manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan
bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.
Pokok-pokok bahasab yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan keindahan
3.Manusia dan penderitaan
4.manusia dan keadilan
5.Manusia dan pandangan
6.Manusai dan tanggungjawab serta pengabdian
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan
Hubungan Manusia dan
Cinta Kasih
Manusia adalah makhluk sosial, dan tidak dapat
hidup sendiri. Artinya manusia tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan dari orang
lan. Coba bayangkan jika anda sebagai manusia hidup individualisme atau
penyendiri.
Mungkin dunia ini akan terasa membosankan dan
memuakkan, terjadi banyak kericuhan akibat dari individualisme karena mereka
menganggap ini hidupnya sendiri dan tidak mau mengalah satu sama lain karena
menyangkut individu. Dengan adanya individualisme bisa di bayangkan oleh para
pemuda semua akan terasa sepi, tidak ada yang menggajak bermain , nongkrong ,
atau sekedar jalan jalan bersama kawan.
Oleh karena itulah manusia dan cinta kasih
kepada kehidupan manusia sangat di perlukan. Agar suasana lingkungan sekitar
kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun dan damai tanpa
adanya perseteruan antara dua orang atau pun diantara ras. Cinta kasih kepada
manusia dapat diartikan banyak hal seperti contohnya seorang anak yang
mencintai ibu dan bapaknya, seorang suami yang mencintai istrinya. Dalam
kehidupan manusia tidak lepas dari cintah kasih antara sesama manusia. seperti
contohnya seorang sahabat yang selalu menemani disetiap saat dan rasa simpati
dan empati muncul karena adanya cinta kasuh antara sesama manusia. Manusia
tanpa cinta kasih bagaikan manusia tanpa perasaan dan akan membua manusia itu
berdarah dingin dan tidak perduli dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.
Manusia dan cinta kasih tidak dapat di pisahkan karena sesuatu hal yang penting
dan misalnya terpisahkan maka dunia ini tidak seindah hari ini.
1. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia
karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa)
sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh
belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir mirip sehingga kata
kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai
perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas
kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan
manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan
kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan
manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara
manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ichlas,
mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.
Pengertian tentang cinta dikemukakan
juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur
yaitu: keterikatan. Keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan
keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas
untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji
dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman yaitu adanya
kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan
dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti
bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau
sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa
risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak
saling menyimpan rahasia dan lain-lainya. Unsur yang ketiga adalah
kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh
atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa
sayang,dan seterusnya.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada
Tuhan. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak,
saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang
lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
2. Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kehidupan manusia, cinta
menampakan diri dalam berbagai bentuk kadang-kadang seseorang mencintai
dirinya sendiri, kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan
anaknya, hartanya, atau Tuhan, berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam
kitab suci.
a. Cinta Diri
Cinta ini erat kaitannya dengan
dorongan menjaga diri, manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan
potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang
mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu
yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia
juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara
bahaya.
b. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan
keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tidak boleh tidak ia harus
membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia
menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada
orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh
karena itu, Alloh ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya
sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa
kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta
kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu
Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak
berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari
gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan
zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala
larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara
cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dengan demikian
akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
c. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual
sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama
antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup
keluarga.
d. Cinta Kebapak’an
Mengingat bahwa antara ayah dengan
anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang
menghubungkan si Ibu dengan anak-anaknya maka para ilmu jiwa modern berpendapat
bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya
dorongan keibuan melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam
cinta bapak kepada anak-anaknya, karena barsumber dari kesenangan
dan kegembiraan baginya sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor
penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia
setelah meninggal dunia.
e. Cinta Kepada Tuhan
Pada dasarnya manusia diciptakan dengan rasa
cinta dan kasih. Cinta dan kasih ini pada hakikatnya saling berkaitan dan tidak
dapat dipisahkan. Cinta pun tidak lepas dari kata benci. Setiap ada cinta,
pasti ada benci. Ada orang yang bilang kalo benci dan cinta itu bedanya sangat
tipis sekali. Ada juga orang yang mengartikan kalo benci itu adalah benar-benar
cinta. Apakah itu benar? Jawabannya hanya bisa dijawab oleh orang-orang yang
sedang merasakan yang namanya jatuh cinta.
Cinta itu pada dasarnya tidak boleh
berlebihan, karena jika kamu terlalu cinta maka akibat yang ditimbulkan
tidaklah baik. Misalnya, ketika kamu sangat mencintai seseorang, kamu pasti
akan benar-benar merasakan yang namanya mabuk cinta. Dan pada saat cinta kamu
itu bertepuk sebelah tangan, timbullah rasa benci yang ada dalam hati kamu tapi
hal ini lebih cocok untuk orang-orang yang berpikiran sempit tentang cinta.
Terlalu cinta itu memiliki arti lain yaitu "ingin memiliki". Ingin
memiliki mengakibatkan suatu hubungan yang tidak baik dan kata yang pas untuk
ini adalah POSESIF. Posesif adalah rasa cemburu yang terlalu berlebihan dan
hubungan yang didasari dengan posesif ini, akan berlanjut menjadi over
protective yang membuat pasangan serasa terpenjara. Dan pada akhirnya akan
membuat hubungan yang dimulai dengan rasa cinta yang tulus menjadi rasa benci
yang berlebihan.
Cinta pada mulanya pasti membuat orang yang
merasakannya bahagia bukan main, namun pada akhirnya kita sendiri yang dapat
memutuskan kelanjutan cinta itu dapat berakhir dengan bahagia atau tidak.
Karena cinta dan kebahagiaan itu tidak selalu menjadi satu dan berjalan dengan
mulus layaknya kutub utara dan selatan yang sama-sama menjadi poros bumi tapi
keduanya tidak akan pernah bersatu.
Bahagia atau tidaknya suatu percintaan yang
kita jalani juga merupakan andil dari Sang Maha Pencipta. Jika Tuhan sudah
berkehendak sesuatu maka terjadilah, karena Tuhan mengetahui yang terbaik untuk
hambaNya. Maka kita tidak perlu khawatir jika cinta kita bertepuk sebelah
tangan atau tidak berakhir dengan bahagia, ketika kita merasakan itu ingatlah
bahwa Tuhan mempunyai rencana lain untuk kita dan akan selalu memberikan yang
terbaik untuk kita.
Jadi, jika kita cinta terhadap sesorang
janganlah berlebihan supaya tidak berdampak buruk di kemudian harinya. Seperti
rasa sakit hati yang mendalam dan pada akhirnya menimbulkan rasa benci terhadap
orang tersebut. Karena pada dasarnya cinta yang berlebihan itu harusnya kita
tunjukkan hanya kepada Tuhan, sebab Dialah yang menciptakan kita dan
menakdirkan apa yang sudah sepatutnya kita terima semasa kita di dunia.
3. Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta
manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai
dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai
rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada
Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam
tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang
benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang
menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga
Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari
kekelaman, kesesatan menuju cahaya petunjuk.
4. Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum
bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan
cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih
sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan
pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan
perkawinan, maka didalam rumah tangga keluarga muda itu bukan lagi
bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan
kasih sayang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing
pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya,
saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan
yang bulat dan utuh.Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya
unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang
yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagian rumah tangga itu.
5. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang
artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik
antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah
tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang
mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang
pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar
dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain”. Pernyataan ini
dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan
Juliet”, bila di Indonesia kisah” Roro Mendut dan Prono Citro”
6. Belas Kasihan
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah
belas kasih, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya,
pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung
arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit yang
dideritanya,dan sebagainya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah
orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu
tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah.
7. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih
antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu
merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun
terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai
kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang
saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih
erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan
penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat
bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta
kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Contoh hubungan cinta kasih Tuhan terhadap
manusia
Perintah
Tuhan segala perintah Tuhan itu melindungi kita, tetapi dosa itu membinasakan diri
kita. Sebab inilah Tuhan menghendaki kasih kita, sebab kecuali ini, kita akan
binasa. Cinta kasih Tuhan tidak mungkin dapat di gambarkan dengan perkataan
saja. Hanya ada satu jalan saja untuk kita memahami Cinta kasih Tuhan, ia itu
dengan membenarkan Tuhan Allah mengasihi kita.
Adakah
anda mengingini penyelamatan dan penglibatan dalam Cinta kasih Tuhan ?
Tuhan
memanggil anda, hai kawan !
Sabda
Tuhan dalam Kitab suci, Tuhan memberitahu kita bahwa para pengkotbah mulai
berkhotbah sehingga manusia telah celik mata mereka, dan telah insaf dari dosa
mereka, dari kegelapan menuju ke Cahaya, daripada cengkraman
syaitan kepada belaian Tuhan supaya mereka dapat memperolehi pengampunan
dosa serta pewarisan dikalangan mereka yang sedang disucikan melalui iman
mereka terhadap Tuhan
Tuhan
mengatakan bahwa segala manusia telah berdosa dan disingkirkan dari kemuliaan
Tuhan
Sebab
upah dosa ialah maut.
Hubungan Manusia dan Penderitaan
Definisi Penderitaan
Menurut saya penderitaan adalah menanggung
atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada tiga
macam yaitu penderitaan yang dialami secara lahir (fisik), penderitaan yang
dialami secara batin (mental/ psikologis), dan yang ketiga gabungan dari
penderitaan lahir dan penderitaan batin (fisik dan psikologis). Tentu saja
penderitaan tidak akan mucul jika tidak ada yang menyebabkannya untuk muncul.
Disini saya akan lebih membahas tentang sebab – sebab munculnya sebuah
penderitaan.
Akibat penderitaan yang
bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula
yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum
tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada
orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Intensitas penderitaan
bertingkat-tingkat, dari yang terberat hingga ringgan. Persepsi pada setiap
orang juga berpengaruh menentukan intensitas penderitaan. Suatu kejadian
dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu dianggap penderitaan bagi orang
lain. Dalam artian suatu permasalahan sederhana yang dibesar-besarkan akan
menjadi penderitaan mendalam apabila disikapi secara reaksioner oleh individu.
Ada pula masalah yang sangat urgen disepelekan juga dapat berakibat fatal dan
menimbulkan kekacauan kemudian terjadi penderitaan.
Sebab-sebab munculnya penderitaa.
Jika diklasifikasikan berdasarkan
sebab-sebab munculnya penderitaan manusia itu ada dua, yang pertama yaitu
pendertiaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, dan yang kedua
penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab Tuhan.
A. Penderitaan yang timbul karena
perbuatan buruk
Penderitaan yang menimpa manusia karena
perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan
hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut dengan
nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik.
Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Tuhan berfirman,
Aku tidak akan pernah merubah nasib hambaku, melainkan Hambaku sendirilah yang
merubahnya. Sudah jelas Tuhan tidak akan mengubah nasib hambanya, karena atas
usaha hambanya sendirilah yang bias mengubah nasibnya itu. Adapun perbedaan
antara nasib buruk dan takdir, kalau takdir Tuhan yang menjadi penentunya
sedangkan nasib itu manusia penyebabnya.
Perbuatan buruk manusia terhadap
lingkungannya pun dapat menimbulkan bagi penderitaan bagi manusia yang lainnya.
Tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari karena perbuatannya lah yang
menimbulkan penderitaan pada manusia yang lainnya. Kebanyakan manusia baru
menyadari kesalahannya ketika bencana yang menimbulkan penderitaan bagi manusia
yang lainnya itu sudah terjadi.
B. Penderitaan yang timbul karena
penyakit, siksaan atau azab Tuhan,
penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat
penyakit atau siksaan atau azab Tuhan, namun kesabaran, tawakal dan optimism
merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
Contoh kasus,
KOMPAS.com - Kisah
penganiayaan atas tenaga kerja Indonesia, terutama perempuan yang bekerja di
luar negeri, bukan lagi hal baru. Hampir setiap tahun, kasus ini selalu
terjadi, baik di Malaysia, Singapura, maupun Timur Tengah. Reaksi kepedulian
pemerintah hanya sesaat disertai janji pembenahan.
Namun, janji ini selalu nihil
sebab kisah yang sama terulang kembali. Malah penganiayaan ini semakin
menjadi-jadi membuat hati tersayat-sayat pilu. Berdasarkan data Migrant Care,
jumlah TKI yang bermasalah pada tahun 2008 sebanyak 45.626 orang. Tahun 2009
sekitar 44.569 orang dan selama Januari-oktober 2010 mencapai 25.064 Korban
terbanyak bekerja di Arab Saudi, yakni berkisar 48,29 persen-54,10 persen.
Mereka menderita beragam masalah, seperti gaji tidak dibayar, kekerasan
seksual, dianiaya sampai tewas, serta dianiaya hingga mengalami cacat fisik.
Kini, kasus serupa timbul lagi di Arab Saudi yang menimpa Sumiati (23) asal Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kikim Komalasari asal Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Kikim dianiaya hingga tewas oleh majikannnya, sedangkan Sumiati digunting bibirnya. Suatu tindakan yang tidak bias ditoleransi apapun alasannya. Bukan tak mungkin kasus sejenis akan dialami TKI lainnya. Apalagi, penanganan kasus TKI yang dilakukan Pemerintah Indonesia sama sekali tidak menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya. Sebaliknya, pemerintah dan semua pihak terkait selalu berbangga jika mendengar majikan dihukum dan TKI diberikan berbagai biaya sebagai kompensasi. Tetapi, sumber masalah yang ada di dalam negeri tetap dibiarkan kian menggurita.
Akar masalah itu mulai dari tata cara dan mekanisme perekrutan, proses penyiapan keterampilan, sistem pengiriman, hingga sejumlah ketentuan lainnya, termasuk adanya sindikat dalam pengiriman TKI. Para pelaku sindikat tidak peduli seperti apa nasib TKI di luar negeri. Yang penting bagi mereka adalah menikmati keuntungan dari transaksi pengiriman TKI.
Sumber masalah itu sudah berkali-kali diungkapkan secara telanjang. Solusi juga sudah banyak diberikan, tetapi pemerintah sama sekali tidak punya niat serius untuk menuntaskan masalah.
”Terkesan pemerintah tidak pernah merasa bersalah. Mereka malah menganggap sudah bekerja maksimal. Padahal, rasa bersalah itu penting sebagai modal melakukan perbaikan,” kata Direktur Eksekutif insitut for Ecosos Right Sri Palupi.
Kini, kasus serupa timbul lagi di Arab Saudi yang menimpa Sumiati (23) asal Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kikim Komalasari asal Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Kikim dianiaya hingga tewas oleh majikannnya, sedangkan Sumiati digunting bibirnya. Suatu tindakan yang tidak bias ditoleransi apapun alasannya. Bukan tak mungkin kasus sejenis akan dialami TKI lainnya. Apalagi, penanganan kasus TKI yang dilakukan Pemerintah Indonesia sama sekali tidak menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya. Sebaliknya, pemerintah dan semua pihak terkait selalu berbangga jika mendengar majikan dihukum dan TKI diberikan berbagai biaya sebagai kompensasi. Tetapi, sumber masalah yang ada di dalam negeri tetap dibiarkan kian menggurita.
Akar masalah itu mulai dari tata cara dan mekanisme perekrutan, proses penyiapan keterampilan, sistem pengiriman, hingga sejumlah ketentuan lainnya, termasuk adanya sindikat dalam pengiriman TKI. Para pelaku sindikat tidak peduli seperti apa nasib TKI di luar negeri. Yang penting bagi mereka adalah menikmati keuntungan dari transaksi pengiriman TKI.
Sumber masalah itu sudah berkali-kali diungkapkan secara telanjang. Solusi juga sudah banyak diberikan, tetapi pemerintah sama sekali tidak punya niat serius untuk menuntaskan masalah.
”Terkesan pemerintah tidak pernah merasa bersalah. Mereka malah menganggap sudah bekerja maksimal. Padahal, rasa bersalah itu penting sebagai modal melakukan perbaikan,” kata Direktur Eksekutif insitut for Ecosos Right Sri Palupi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar